Skateboarding Ada di Asian Games 2018

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Sekitar bulan September 2017, ketika OCA (Olympic Council of Asia) memutuskan untuk menggenapi 40 cabang olahraga, termasuk skateboard dan roller skate masuk dalam Asian Games 2018. Olahraga yang digemari banyak anak muda ini, akan dijadikan jajang uji coba sebelum lombakan dalam event bergengsi di Olimpiade Tokyo 2020.

Presiden Jokowi Minggu lalu (15/8) meresmikan beberapa venue (mendayung, bowling, menembak, voli pantai, wisma atlet, dan venue skateboard), Jakabaring Sport City, Palembang untuk persiapan Asian Games 2018. Skate park itu mulai dibangun pada bulan April 2018. Sementara disiplin yang akan dilombakan adalah street and park. Bertempat di Skatepark, Jakabaring Sport City, Palembang, nanti pada 28-29 Agustus 2018. Sekadar catatan, Skatepark Jakabaring memiliki luas 1500 meter persegi.

Dalam hand book kompetisi skateboard yang akan dilombakan di Asian Games ini, ada beberapa kriteria penilaian, seperti tingkat kesulitan, konsistensi, line, dan gaya (style). Durasi waktu dan aturan permainan yang telah ditetapkan dalam hand book pun wajib dipahami dan dilakukan oleh para atlet.

Ada delapan skateboarder pilihan Indonesia yang akan adu ketangkasan di arena bersama 44 negara. Kabarnya para skater Indonesia tersebut telah diujicobakan di Amerika Serikat untuk berlatih dan berlomba. Delapan nama Skater Pelatnas Asian Games 2018 antara lain:

1. Sanggoe Darma Tanjung (Bali)
2. Gregorius Aldwin (Jawa Timur)
3. Pevi Permana Putra (Jawa Barat)
4. Ahlan Rachmat Karim (Kalimantan Timur)
5. Fachrell Ardhaffa Putra (Banten)
6. Mario Kevin Palandeng (Bali)
7. Wanda Septiadi (Jawa Barat)
8. Aldy Agustiano (Sumatera Barat)

Targetnya dalam cabang olahraga (cabor) skateboard ini akan menyumbangkan tiga emas di Asian Games. Konon saingan terberat datang dari Jepang.

skateboard

Photo by shawn henry on Unsplash

Skatepark

Tumbuhnya taman-taman Skateboarding di perkotaan bagus untuk melokalisir sport action ini di area yang pada tempatnya. Sebab Jika dibiarkan liar di jalanan atau trotoar tentu mengganggu pejalan kaki dan pengendara bermotor.

Nah, usai event Asian Games nanti, khususnya skater lokal bisa puas memanfaatkan arena main ini. untuk penggemar skateboard umum, baik di Palembang maupun kota di sekitarnya ini bisa memanfaatkan taman skate ini.

Secara umum juga kejutan bagi para penggemar skateboard di Indonesia. Permainan syarat tantangan dan memacu adrenalin ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Setelah hadir banyak taman untuk bermain skateboard di beberapa kota di Indonesia, permainan ini pun masuk dalam cabang olahraga yang dilombakan dalam Asian Games 2018.

Awal Mula Skateboard

Gagasan Skateboard lahir dari peselancar asal California, Frank Nasworthy, sekitar tahun 1940-an. Saat itu Nasworthy, memikirkan cara agar tetap bisa berselancar saat laut tidak ada berombak. Maka papan kecil  dengan roda  untuk sepatu roda digunakan. Bentuknya mirip papan long board saat ini.

Skateboard masuk ke Indonesia sekitar tahun 1980. Olahraga penuh aksi dan tantangan ini sering kali digabungkan dengan permainan freestyle BMX. Mulai ramai di perkotaan seperti Jakarta dan Bandung. Majalah Hai sekitar tahun 90-an banyak mengulas seputar skateboard dan para skater awakan dunia, seperti Tony Hawk.

BACA JUGA: 

Menantikan Skateboard dari Bambu

Kayu Maple Vs Bambu

Biasanya para pe-skateboard profesional menggunakan papan yang terbuat dari tujuh lapisan kayu maple (maple) yang dipres. Pohon maple ini tumbuh di daerah empat musim. Dan kabarnya dalam perkembangannya, jenis pohon maple mulai langka, hingga sebagai alternatif digunakan pohon bambu (Bamboo skateboard). Menurut catatan, dibanding bahan kayu maple, bambu lebih lentur dan ringan, dan pohon bambu lebih mudah tumbuh dan dibudidayakan dengan cepat.

Pohon bambu di Indonesia banyak tersedia, bisa jadi bahan material untuk memasok pembuatan Skateboard ini. Pabrik Skateboard lokal, nampak perlu mencoba membuat dengan bahan baku pohon bambu.

Bermain Aman

Helm ringan, pelindung siku dan kaki serta sepatu kanvas biasanya digunakan dalam latihan dan kompetisi Skateboard. Dalam berlatih pun kamu wajib mengenakan peralatan keamanan tersebut. Nggak perlu free style dulu, yang penting selamat dan sehat dalam memainkan papan ini.

Jenis Permainan Skateboard

Ada tiga jenis permainan ini, vertical style di ramps, papan lebar berbentuk setengah lingkaran (U), street style, dan street park. Untuk menentukan mana papan deck yang harus kamu pakai, setidaknya ada dua hal, yaitu ukuran sepatu dan tujuan jenis permainan. Biasanya untuk pemainan papan dengan banyak trik dan gaya, menggunakan papan deck berukuran antara 7,5 hingga 8,5 inch, tergantung ukuran sepatu juga. Sebaliknya papan deck lebar dan lebih panjang digunakan untuk bermain di bowl atau pool skate.

***

Maka hikmah yang bisa diambil dari para calon skater adalah jatuh bangun saat berlatih adalah soal biasa. Karena Skateboarding termasuk olahraga berbahaya, untuk keamanan dan keselamatan perlu kelengkapan mulai helm, pelindung siku, dan pelindung lutut, serta sepatu kanvas tinggi yang menutupi mata kaki. Untuk jatuh secara aman pun perlu latihan berulang kali agar terhindar dari cedera.

Perlu diingat kembali video-video aksi para skater di YouTube atau Instagram yang kamu nikmati, itu tidak sepenuhnya mereka bermain mulus. Adegan jatuh berkali-kali pasti ada, hanya tidak selamanya diperlihatkan.

Nah, sepertinya dengan masuknya olahraga skateboard ke dalam cabang Asian Games dan Olimpiade dunia akan menambah banyak penggemar extreme sport ini di Indonesia. Sementara bagi para pengrajin atau enterpreneur di bidang per-bambu-an, papan deck dari material bambu bisa jadi peluang gurih untuk industri skateboard lokal, bahkan berpeluang untuk dijual ke mancanegara.

sumber: kompas.com

Share.

About Author

Adi Baskoro, seorang pengembang konten, web, & social media ads enthusiast, tinggal di Bogor. Sampai saat ini tertarik pada konten pemasaran online, how to, dan tema sains-teknologi.

Leave A Reply